Banner IDwebhost

Garam Dan Gaya Hidup Sehat

  • 4 min read
  • Okt 14, 2020
Garam Dan Gaya Hidup Sehat ragam kesehatan pola hidup sehat

Hai sahabat, Garam seringkali diperdebatkan karena perannya dalam memicu tekanan darah tinggi. Meskipun begitu, tidak berarti Anda harus menghindari garam sepenuhnya. Garam sangat penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Seperti yang Anda tahu, lebih dari 60% tubuh manusia terdiri dari air. Cairan ini terdapat dalam darah, sistem limpa dan sel-sel dalam tubuh. Agar tubuh bisa berfungsi dengan benar, maka jumlah air di dalam dan di luar sel-sel harus seimbang. Dan proses menjaga keseimbangan ini merupakan hasil kerja sodium bekerja sama dengan khlorida, kalium dan fosfat. Jadi, garam tidak harus dihindari tetapi dikonsumsi sesuai dengan anjuran.

 Terlalu Banyak Sodium

Sahabat, artikel kesehatan. Rata-rata orang memerlukan kurang dari 1 gram sodium (setara dengan 2.5 gram garam) per hari, agar tubuh bisa berfungsi dengan benar. Akan tetapi, gaya hidup modern yang kaya dengan fast food kadang membuat kita tidak sadar mengonsumsi garam 5 kali lebih banyak daripada jumlah yang dianjurkan.
Berbeda dengan vitamin C, kita tidak bisa mengeluarkan kelebihan garam yang sebenarnya tidak diperlukan tubuh. Karena itu, setiap kelebihan jumlah garam yang dikonsumsi akan diserap ke dalam cairan tubuh. Jika darah kelebihan sodium, maka cairan dalam sel-sel akan ditarik untuk mengencerkan darah. Semakin banyak garam yang Anda konsumsi, maka akan semakin banyak air yang ditarik dari dalam sel-sel. Akibatnya, Anda akan merasa haus. Hal ini akan memicu Anda menambah konsumsi air sehingga Anda kelebihan cairan hingga beberapa liter. Kelebihan cairan ini akan menambah beban sistem pembuluh darah dan jantung. Ini merupakan penyebab umum tekanan darah tinggi.

Banner IDwebhost

 Terlalu Sedikit Sodium

Tidak hanya kelebihan sodium yang jadi masalah. Kekurangan sodium juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan sistem tubuh. Ketidakseimbangan ini akan menyebabkan gejala-gejala seperti otot sakit, keletihan, anoreksia, muntah bahkan kebingungan mental.
Kekurangan sodium, meskipun kasusnya jarang, biasanya terjadi pada mereka yang berkeringat berlebih. Hal ini karena mereka mengeluarkan sodium bersama keringat. Hal ini biasanya dipicu oleh latihan terus-menerus. Jika Anda mengalami hal ini, Anda mungkin memerlukan tambahan garam untuk memenuhi kebutuhan sodium Anda.

 Tip Kurangi Sodium Dari Diet

Jika ingin mengurangi jumlah konsumsi sodium, mulailah memasak di rumah. Dengan begitu, Anda secara langsung bisa membatasi jumlah garam yang digunakan saat memasak. Kedengarannya bukanlah pilihan yang bagus, tapi begitu Anda terbiasa, memasak adalah hal yang menyenangkan.
Belilah sayuran segar dan sebisa mungkin hindari sayuran kalengan yang mengandung garam. Saat memasak, hindari menaburkan garam dalam jumlah banyak. Jika tidak tahan tanpa garam, ada baiknya mengoleskan sedikit margarin yang mengandung garam sebagai gantinya.
Lebih baik menggunakan unggas, ikan, serta daging segar dibandingkan daging atau ikan olahan.
Lebih baik menggunakan bahan yang mengandung garam dibandingkan garam itu sendiri. Misalnya, jika tidak tahan makan telur rebus tanpa garam, tambahkan sedikit mentega yang mengandung garam sebagai penambah rasa.
Gunakan herbal, rempah-rempah serta perasa bebas garam untuk dicampurkan ke dalam makanan saat memasak. Cucilah makanan kalengan terlebih dahulu, misalnya tuna, untuk membersihkan kandungan sodiumnya.

 Pilihlah Sereal Siap Saji Yang Rendah Sodium.

Jika Anda mengonsumsi makanan yang kaya sodium, seimbangkanlah dengan menambah makanan yang kaya kalium, seperti buah dan sayuran segar. Jika harus menggunakan garam saat memasak, tambahkan garam ketika proses memasak hampir selesai. Cara ini bisa menghindarkan Anda dari penggunaan garam berlebih. Semakin lama makanan dimasak, rasa garam akan semakin tersamar. Tetapi, rasa asin semakin terasa setelah proses memasak selesai.

Kurangi konsumsi garam Anda secara perlahan. Rasakan makanan sebelum menambah garam, dan tambahkan seperlunya saja. Ukurlah jumlah garam yang biasanya Anda gunakan untuk makanan tertentu, kemudian kurangi hingga 25%. 2 minggu kemudian, kurangi lagi jumlah yang Anda gunakan hingga 25%, dan seterusnya, sampai Anda nyaman makan tanpa garam. Cara ini akan membantu indera perasa Anda terbiasa dengan variasi makanan yang kurang garam.
Memang tidak semudah itu untuk dapat mengurangi garam, sebab beberapa makanan yang dikonsumsi sehari-hari nyatanya memiliki kandungan gula dan garam tersembunyi. Seperti nasi, roti bahkan ikan asin. Namun tahukah kamu bahwa ada trik yang dapat dilakukan untuk meminimalisir asupan garam dan gula harian. Mau tahu bagaimana caranya?

 Cabai dan Rempah-Rempah

Salah satu trik mengurangi penggunaan garam pada masakan adalah dengan menonjolkan rasa lain. Menurut sebuah penelitian, membuat masakan dengan rasa pedas yang menonjol dapat mengurangi keinginan lidah untuk mengecap rasa garam.
Kamu bisa menggunakan cabai dan rempah-rempah dalam memasak untuk mendapatkan rasa masakan yang lebih kuat. Seperti seledri, daun bawang, bawang merah, bawang bombai, daun salam, lada, kencur dan bahan masakaj lainnya.
 Jauhkan Garam
Usahakanlah untuk menjauhkan garam, termasuk di luar dapur. Jangan meletakkan bumbu-bumbu yang mengandung sodium, seperti garam, saus tomat atau kecap di atas meja makan. Sebab saat semua bumbu tersebut tersedia, seseorang biasanya akan cenderung meraihnya dan mencampurkannya pada makanan.

 Masak Sendiri

Salah satu cara ampuh untuk menghindari garam dan gula adalah dengan membuat sendiri makanan yang akan dikonsumsi. Sehingga kamu akan bisa menakar sebanyak apa bumbu tambahan yang masuk ke dalam masakan.
Kamu juga dapat mengakali dengan cara memodifikasi resep masakan. Seperti mengurangi jumlah garam dan bumbu yang mengandung sodium hingga setengah dari jumlah yang dituliskan dalam resep.

 Perbanyak Buah Dan Sayur

Sebuah penelitian yang dilakukan National Heart, Lung and Blood Institute, Amerika Serikat, diet yang menganjurkan seseorang memperbanyak asupan buah, sayuran dan biji-bijian ampuh untuk menghindari keinginan mengonsumsi garam dan gula. Hasilnya pun sangat signifikan pada tubuh dan kondisi kesehatan.
Membatasi konsumsi garam hanya sebanyak 1.500 mg per hari, dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saat kamu mengurangi garam secara teratur, penurunan tekanan darah sistolik menurun rata-rata sebesar 11,5 mmhg.

Banner IDwebhost

 Hindari Makanan Kaleng

Makanan kemasan dan makanan kaleng juga merupakan jenis makanan yang mengandung garam dan gula tersembunyi. Yang lebih membahayakan, gula dan garam yang ada pada makanan olahan biasanya akan lebih cepat melampaui batas yang dibutuhkan tubuh. Akhirnya menyebabkan kandungan gula dan garam melonjak dan mengalami kelebihan.

 Baca Label

Kalau sangat terpaksa untuk memilih makanan kemasan, pastikan kamu mengamati betul label yang berisi kandungan makanan. Periksa apakah makanan yang akan kamu beli memiliki kandungan gula dan garam. Sebisa mungkin pilihlah makanan yang rendah gula dan garam.

 Hindari Minuman Manis

Hindari memilih minuman kemasan yang manis apalagi minuman bersoda. Karena kandungan gula yang terdapat dalam kedua jenis minuman ini sangat “jahat” dan bisa memicu penyakit.
Sebagai gantinya, kamu bisa memilih lebih banyak mengonsumsi jus buah yang memiliki rasa alami. Air kelapa muda juga bisa menjadi pilihan untuk melepas dahaga dan tentunya lebih menyehatkan. Tapi jangan lupa untuk tetap mengonsumsi air putih sesuai dengan jumlah kebutuhan tubuh, ya.

Nah demikianlah merupakan contoh artikel mengenai Garam Dan Gaya Hidup Sehat yang dapat anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mebentuk badan anda supaya body goals. Jangan lupa jika anda mempunyai tips lain silakan anda share dikolom komentar yah. Semoga artikel saya ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.

Banner IDwebhost
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner IDwebhost